Sunday, March 18, 2012

Otak Kiri juga Mainkan Peran dalam Berpikir Kreatif

Ghiboo.com - Jika Anda tipe orang kreatif, Anda mungkin sering mendengar dan beranggapan bahwa otak kanan Anda lebih dominan bekerja dibandingkan otak kiri. 

Namun, penelitian yang dilakukan oleh University of Southern California menemukan bahwa bagian otak kiri Anda, berkaitan dengan logika dan matematika, ternyata juga memainkan peran penting dalam berpikir kreatif.

Untuk membuktikannya, peneliti melakukan percobaan yang melibatkan mahasiswa arsitektur. Peneliti menggunakan scan otak (fMRI) pada partisipan dan meminta para partisipan untuk melihat tiga bentuk, yaitu lingkaran, huruf C dan angka 8.

Para partisipan kemudian diminta untuk membuat sebuah tes kreatif dengan membayangkan tiga bentuk tersebut dibuat menjadi sebuah persegi atau persegi panjang.

Hasil temuan yang dipublikasikan dalam journal Social Cognitive and Affective Neurosciencemenemukan dalam hasil scan otak, selama partisipan membayangkan tugas kreatif tersebut yang sebagian besar ditangani otak kanan, namun sebenarnya otak kiri juga bekerja untuk mendukung kreativitas otak kanan.

"Kita butuh kedua bagian tersebut untuk berpikir kreatif," ujar Aziz-Zadeh, assistant professor of neuroscience yang masuk dalam tim peneliti, dilansir dari redorbit, beberapa hari lalu.


Anda Sering Nyeri Dada? Waspadalah...

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA --  Masyarakat perlu mewaspadai nyeri dada atau "chest pain" karena merupakan salah satu gejala dari penyakit yang dalam waktu singkat dapat mengakibatkan kematian, kata pakar kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Nahar Taufiq.
"Oleh karena itu, nyeri dada perlu mendapatkan penanganan serius. Penyebab nyeri dada umumnya berasal dari gangguan jantung, saluran cerna, musculoskeletal, serta kondisi paru dan saluran napas," katanya di Yogyakarta, Sabtu.
Pada diskusi "Continuing Education", ia mengatakan, nyeri dada merupakan keluhan yang sering ditemukan pada unit perawatan akut atau gawat darurat. Hampir 40 persen orang di Indonesia mengalami nyeri dada.
"Pada umumnya penanganan nyeri dada pada penderita yang datang ke ruang gawat darurat tetap sama sesuai dengan standar, tetapi dalam waktu 10 menit penderita sakit dada sudah harus dibedakan dalam empat kategori," katanya.
Ia mengatakan, penderita nyeri dada dapat diklasifikasikan dalam empat kategori, yaitu kategori P (Priority Risk), kategori A (Advance Risk), kategori I (Intermediate Risk), dan kategori N (Negatif/Low Risk).
"Setiap kategori itu memiliki alur penanganan lanjutan masing-masing," kata dosen Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Menurut dia, penderita dengan kategori P adalah penderita dengan gejala sakit dada angina yang khas infark disertai satu dari kriteria infark dalam rekaman EKG.
"Kategori A terjadi sakit dada lebih dari 20 menit dan akut infark miokard dalam empat minggu terakhir dan ada gangguan hemodinamik," katanya.
Ia mengatakan, pada kategori I besar kemungkinan terjadi mekatian atau infark miokard dalam 30 hari sebesar 4-8 persen dan memiliki gejala seperti pada kelompok A.
"Kategori N kemungkinan terjadi kematian atau infark miokard dalam 30 hari adalah kurang dari dua persen dengan pemberian aspirin nitrat sublingual," kata Nahar.


Stres? Atasi dengan Musik dan Tertawa!

Ghiboo.com - Saat Anda sedang stres, cemas atau tidak bisa tidur, ternyata menyetel musik atau lelucon lucu bisa membuat tubuh lebih rileks. 

Penelitian baru dari peneliti Jepang menemukan bahwa mendengar lagu favorit atau menikmati humor dapat menurunkan tekanan darah, bahkan sama banyaknya dengan mengurangi konsumsi garam dalam makanan Anda dan dapat mengurangi berat badan hingga 10 pon atau 4,5 kg.

Penelitian yang dipimpin oleh Eri Eguci menganalisis beberapa orang berusia 40-74 tahun. Para partisipan diminta untuk mengikuti sebuah sesi penelitian selama dua kali dalam sebulan yang dirancang untuk mendengarkan musik favoritnya, mendengarkan lelucon lucu atau tidak sama sekali.

Pada tiga bulan kemudian, peneliti menemukan partisipan yang terpapar musik atau tawa mengalami penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sekitar lima hingga enam poin. Sedangkan partisipan yang tidak mendengarkan musik atau cerita lucu tidak mengalami perubahan tekanan darah.

Penurunan tekanan darah sekitar lima hingga enam poin berkaitan dengan risiko 5-15 persen lebih rendah dari kematian akibat penyakit jantung atau stroke. "Ini semacam cara alami untuk meningkatkan kesehatan Anda, tapi saya tidak akan merekomendasikan Anda untuk menghentikan konsumsi obat yang telah disarankan dokter," ungkap Michael Miller, MD, direktur kardiologi preventif di University of Maryland Medical Center, di Baltimore, dilansir melalui Huffingtonpost, Senin (12/3).

Penelitian sebelumnya dari University of Maryland oleh Dr Michael Miller menunjukkan bahwa orang mendengarkan musik upbeat dapat meningkatkan kemampuan pembuluh darah hingga 26 persen. Penelitian lain menggunakan hewan menunjukkan bahwa musik, seperti Mozart, bisa mengubah kadar kalsium dan dopamin dalam otak. Sedangkan penelitian lain pada manusia menunjukkan bahwa musik santai, seperti Pachelbel's Canon in D major, dapat menurunkan kadar hormon stres kartisol.

Apa yang Terjadi dalam Tubuh Ketika Berhenti Merokok?

REPUBLIKA.CO.ID, Anda termasuk perokok berat dan berniat berhenti? Ternyata, tubuh Anda pun mendambakan hal itu segera terjadi. Dalam keadaan berhenti merokok, tubuh akan merespons secara positif dengan cepat.
Aulia Sani, mantan direktur RS Harapan Kita ini, mengungkapkan hal-hal yang terjadi dalam tubuh kita begitu terbebas dari racun yang ada pada rokok. Aulia menggambarkan dalam 20 menit tanpa rokok, perubahan signifikan terjadi di jaringan organ penting manusia. "Tekanan darah, denyut jantung, dan aliran darah tepi membaik."
Lantas, apa manfaatnya dalam waktu yang lebih lama? Kalau bisa bertahan sampai 12 jam tak merokok, karbonmonoksida di dalam darah kembali normal. "Sistem aliran darah membaik dan fungsi jantung dapat meningkat,” ujar Aulia, yang kerap menjadi pembicara seminar.
Nah, agar lebih yakin dengan motivasi berhenti merokok, coba periksa dengan tes ketergantungan nikotin di bawah ini:
Pertanyaan
1. Berapa batang rokok yang Anda isap setiap hari?
Jawaban:
A. 10 atau kurang
B. 10-20
C. 21-30
D. 31 atau lebih
Skor
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3
2. Berapa lama setelah bangun tidur Anda merokok?
Jawaban:
A. Dalam 5 menit
B. 6-30 menit
C. 31-60 menit
D. Setelah 60 menit
Skor
A. 3
B. 2
C. 1
D. 0
3. Apakah Anda kesulitan menahan diri untuk tidak merokok di tempat-tempat yang dilarang?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0
4. Apakah Anda merokok lebih sering pada jam pertama setelah bangun tidur dibandingkan pada waktu lain?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0
5. Pada saat kapan keinginan merokok yang sulit ditahan dan dihilangkan?
Jawaban:
A. Batang pertama di pagi hari
B. Waktu lain
Skor
A. 1
B. 0
6. Apakah Anda tetap merokok saat Anda sakit berat yang membutuhkan bedrest?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0
Skor            Ketergantungan
0-3 poin      Ringan
4-6 poin      Sedang
7-10 poin    Tinggi
Keterangan:
Ringan: Level ketergantungan Anda terhadap nikotin rendah. Sebaiknya, cobalah berhenti dari sekarang sebelum ketergantungan Anda semakin meningkat.
Sedang: Anda memiliki level ketergantungan menengah terhadap nikotin. Berhentilah sekarang untuk terbebas dari ketergantungan.
Berat: Anda tidak dapat mengontrol kebiasaan merokok. Sebaliknya, rokoklah yang mengatur Anda. Saat memutuskan berhenti merokok, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Anda akan mendapatkan terapi pengganti nikotin atau terapi lain yang dapat membantu Anda melepaskan diri dari ketergantungan terhadap nikotin.

Ingin Sukses Berhenti Merokok? Ikuti Langkah Ini!

Ghiboo.com - Kebiasaan merokok memang amat merugikan kesehatan. Bahkan, para perokok aktif sudah tahu dan sadar bahwa mereka berisiko terkena kanker paru-paru, emphysema dan serangan jantung di kemudian hari akibat merokok.
Tetapi, bila Anda benar ingin berhenti merokok, coba beberapa langkah ini dan semoga bisa membantu Anda untuk terlepas dari kebiasaan tidak sehat.
Langkah 1: Pilih hari untuk memulai berhenti merokok
Ambil kalender dan pilih waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri guna keluar dari kebiasaan merokok. Tak ada salahnya untuk memulai berhenti merokok pada hari yang Anda anggap tingkat stres tidak terlalu tinggi dibandingkan hari lain, seperti hari-hari di akhir pekan. Tandai kalender Anda dan mulai berkomitmenlah untuk melakukannya.
Beres-beres setelah berkomitmen ternyata penting. Menyingkirkan asbak, korek api dan rokok merupakan langkah awal demi kesuksesan menghentikan kebiasaan merokok.
Langkah 2: Prediksi situasi pemicu keinginan merokok
Cobalah untuk memprediksi situasi pemicu yang akan muncul pada hari pertama saat berhenti merokok. Ada kalanya situasi tertentu menjadi dorongan yang kuat untuk kembali merokok. Kemudian tulis pada buku catatan khusus yang telah Anda sediakan.
Lalu lihat pada minggu pertama dari keputusan untuk berhenti merokok. Jika Anda dapat lulus ujian pada tujuh hari pertama, akan menjadi tanda baik untuk berhenti merokok selamanya. Jika Anda menemukan pemicu lain dalam tujuh hari pertama Anda berhenti merokok, segera tulis dalam buku tersebut. Sebab, pemicu keinginan untuk kembali merokok pada saat hari biasa dengan hari di akhir pekan biasanya selalu berbeda.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat daftar pemicu keinginan merokok, maka Anda perlu 'pengamatan khusus' pada satu minggu sebelum merealisasikan niat untuk berhenti merokok, sehingga Anda bisa mengetahui kapan dan mengapa timbul keinginan merokok.
Langkah 3: Strategi rencana untuk situasi pemicu Anda
Sekarang pikirkan dari setiap poin pemicu. Apa tujuan utama Anda merokok? Apa itu untuk mengisi waktu? Mengurangi stres? Menjadikan Anda lebih dewasa? Sebagai contoh, katakanlah pemicunya adalah stres di tempat kerja dan rokok membantu menenangkan Anda. Lantas cari solusinya, Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres selain merokok? Anda bisa coba rehat sejenak dari pekerjaan kantor, mengonsumsi air putih, atau mencoba rileks dengan melakukan yoga ringan. Untuk setiap pemicu, tuliskan dua atau tiga strategi. Kemudian berkomitmen untuk menggunakan strategi tersebut saat situasi terjadi.
Langkah 4: Cari dukungan
Berhenti merokok akan terasa lebih mudah ketika orang terdekat Anda turut membantu dalam meluluskan niat Anda itu. Jenis dukungan yang diberikan bisa dalam bentuk tindakan dengan memastikan tidak ada rokok tergeletak di sekitar rumah. Atau memberitahu Anda bahwa keluarga bangga padamu atas semua usaha yang dilakukan.

Setelah Anda berhasil berhenti merokok pada satu hari pertama, coba rasakan perbedaannya.
1. Setelah 20 menit, tekanan darah dan denyut nadi kembali normal.
2. Setelah 8 jam, tingkat oksigen dalam darah kembali normal.
3. Setelah 24 jam, paru-paru mulai membersihkan penumpukkan tar.
4. Dan setelah 48 jam, bau dan rasa yang baik mulai meningkat.
5. Setelah 72 jam, bernafas lebih mudah, tabung bronkial lebih rileks dan terjadi peningkatan energi.
6. Dua hingga 12 minggu, berjalan dan berlari jauh lebih mudah. Setelah tiga sampai sembilan bulan, paru-paru memiliki ruang untuk oksigen hingga 10 persen lebih banyak.
7. Pada satu tahun, risiko serangan jantung menurun hingga setengahnya. Bahkan setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru juga berkurang hingga 50 persen. Dan dalam 15 tahun, risiko serangan jantung Anda sama seperti mereka yang non-perokok.

7 Gangguan Tidur yang Patut Diwaspadai

Ghiboo.com - Tidur merupakan aktivitas penting bagi manusia. Jika kita kurang tidur atau mengalami gangguan tidur, maka hari-hari kita terasa menjadi lambat dan kurang bergairah.

Menurut penelitian, hampir setiap manusia pernah mengalami masalah tidur. Satu dari tiga orang dilaporkan mengalami gangguan tidur dan satu dari sembilan orang memiliki masalah tidur yang cukup serius. Berikut ini beberapa gangguan tidur yang mungkin saja kini sedang terjadi pada diri Anda, seperti dilansir melalui Healthmeup, Rabu (29/2).

Insomnia

Gangguan tidur ini menjadi paling populer di kalangan masyarakat, dan bersifat transisional dan primer. Biasanya, insomnia transisional disebabkan oleh stres akibat banyaknya aktivitas. Namun, saat stres bisa diatasi, gangguan tidur ini pun akan hilang. Sementara insomnia primer memiliki pengaruh dalam jangka panjang dan sangat sulit diobati. Anda bisa mengobati insomnia dengan cara mengubah gaya hidup sehat dan menjaga kondisi psikologis, sehingga dampak negatifnya, seperti perubahan mood dan penurunan konsentrasi, bisa diatasi.

Sleep Apnea

Gangguan tidur ini ditandai dengan kesulitan bernafas saat sedang tidur. Apnea terjadi ketika saluran nafas tertutup, sehingga tidak ada udara yang mencapai paru-paru. Akibatnya, penderita akan merasa mudah ngantuk kelelahan sepanjang hari. Kondisi seperti ini membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.

Periodic Limb Movement Disorder (PLMD)

Penderita PLMD biasanya sering melakukan gerakan spontan saat tidur dan tak menyadari apa yang terjadi dengan kondisinya. Alkohol dan kafein bisa memperburuk gejala ini. Kondisi ini juga dapat diobati dengan obat-obatan yang digunakan dalam pengobatan penyakit Parkinson.

Restless Legs Syndrome

Penderita yang mengalami kondisi ini akan selalu menggerakkan kakinya karena merasa sesuatu yang tak nyaman pada bagian tersebut, seperti gatal. Penderita yang mengalami kondisi ini memiliki intensitas gerakan yang berbeda-beda. Akibatnya, banyak penderita yang menjadi penderita insomnia dan depresi. Berbagai pengobatan farmakologis dan non-farmakologis bisa membantu para penderitanya.

Narcolepsy

Narcolepsy merupakan gangguan neurologis yang menyebabkan seseorang dapat tidur dimanapun dan dalam kondisi apapun tanpa tanda-tanda mengantuk terlebih dahulu. Penderita narcolepsy biasanya akan merasa mengantuk di siang hari dan akan melakukan tidur siang selama berjam-jam. Gangguan ini disebabkan kurangnya hypocretin, zat dalam otak yang mengatur jadwal tidur dan bangun. Konsumsi antidepresan, perubahan gaya hidup dan menjaga kondisi psikologis bisa membantu pengobatan narcolepsy.

Sleep Walking

Kondisi ini ditandai dengan tidur nyenyak sambil melakukan aktivitas umum ketika terjaga, seperti berjalan, menyikat gigi, atau keluar dari rumah. Umumnya, para penderita tidak menyadari apa yang telah mereka lakukan saat tidur dan terkejut saat orang lain memberitahunya mengenai kebiasaan tidurnya. Selain faktor biologis, proses psikologis terutama disosiasi (kondisi kesadaran yang berubah sebagian atau menyeluruh) berkontribusi menyebabkan sleep walking. Kondisi ini memerlukan diagnosis mennyeluruh, seperti tes laboratorium, agar pemeriksaan lebih sempurna.

Delayed Sleep Phase Disorder

Orang dengan kondisi ini ditandai dengan kesulitan tidur pada malam hari, sehingga mengalami kesulitan untuk bangun pagi. Kondisi ini dianggap normal jika mengalaminya sesekali, tapi jika mengalami hampir setiap pagi maka perlu ada perhatian serius. 




sumber http://id.she.yahoo.com/7-gangguan-tidur-yang-patut-diwaspadai-080420186.html

Awas... Ngorok Perbesar Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendengkur atau akrab disebut ngorok terkadang dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Padahal, mendengkur ternyata bisa mengundang berbagai penyakit.
Pakar Kesehatan Tidur, Rimawati Tedjasukmana, Sp.S, RPSGT, mengatakan mendengkur merupakan salah satu gejala penyakit Obstrutuktive Sleep Apnea (OSA), sebuah penyakit dimana terdapat potensi pernapasan berhenti selama tidur.
Rasa kantuk pada siang hari berlebihan, mendengkur dengan suara keras, nafas terhenti saat tidur, terbangun disertai sesak nafas, mulut kering, sakit kepala dan sering buang air kecil saat malam hari adalah gejala seseorang mengalami OSA. Biasanya penderita OSA dialami orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
Gejala itu, sambung Rima, mungkin terlihat ringan. Padahal, dampaknya cukup serius seperti misal menyebabkan hipertensi, diabetes, jantung, stroke, kecelakaan lalu lintas, depresi, antietas dan Iribilitas.
"Riset yang dipublikasikan Universitas John Hopkins menyatakan 46 persen dari pasien OSA berat akan meninggal lebih dinii," kata Rima saat berbicara dalam workshop 'Bahaya Dibalik Mendengkur' di Jakarta, Kamis (14/3).
Karena itu, lanjut Rima, bagi yang mengetahui teman, pasangan atau keluarga yang diketahui mendengkur namun sempat berhenti nafas maka harus diingatkan agar mendapatkan pengobatan. "Sebagai catatan lain, setiap jenjang umur rentan terhadap penyakit ini," ungkap Rima yang menyebut mendengkur bukan karena mengantuk.
Adapun pengobatan yang dilakukan antara lain, menggunakan perangkat medis untuk menjaga jalan nafas terbuka atau menjalani rangkaian prosedur medis untuk menghapus jaringan yang mengganggu di hidung, mulut atau tenggorokan.
"Dalam kasus ringan, OSA dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup. Namun untuk kategori parah perlu dilakukan perawatan lain seperti terapi, perangkat oral, dan operasi. Yang pasti, OSA dapat disembuhkan," ungkapnya
Terkait solusi, kata Rima, hingga kini belum ditemukan solusi alami untuk mencegah, apakah itu berolahraga atau apa. "Aboriginan Australia punya alat musik yang dapat diketahui melatih otot pernafasan bagian atas. Tapi belum bisa dibuktikan. Jadi, tidak ada olahraga yang secara khusus untuk melatih otot-otot pernafasan atas," pungkas dia.

Manjakan Lidah dengan Ice Cream dan Yogurt

TRIBUNNEWS.COM - Jika anda penggila ice cream dan yogurt, pastikan Anda datang ke Dot Bravo Gandaria City Mall UG MU-16. Untuk menikmati segarnya ice cream bersama dengan paper bread dan lemon tea, Anda tak perlu merogoh kocek terlalu dalam.
Anda cukup buka www.livingsocial.com, ikuti petunjuk, dan daftarkan diri Anda. Anda berhak mendapatkan potongan harga hingga 50%. Agar tak ketinggalan promo ini, lakukan pemesanan voucher sebelum 21 maret 2012.
Jangan sampai ketinggalan untuk menyantap tiga hidangan pilihan Dot Bravo. Ada 
Paket A: 1 Paper Bread + 2 Yogurt (small) + 1 ice lemon tea/teh tarik. Kemudian paket B: 1 Fluffy Cheese Melt + 1 Ice Cream/Yogurt (small) + ice lemon tea/teh tarik. Juga ada paket C: 1 Cheesy Smoky Beefy + 1 Yogurt/ice cream (large 2 rasa) + 1 ice lemon tea/teh tarik

Anda Insomnia? Kompres Aja dengan Air Dingin

TRIBUNNEWS.COM - Apa yang Anda lakukan ketika mengalami insomnia? Mungkin Anda akan berusaha membuat diri mengantuk dengan menonton acara yang norak di televisi, membaca buku yang membosankan, hingga minum obat tidur.
Tetapi ada cara lain untuk mengatasi sulit tidur ini, kompres kepala Anda dengan air dingin.
Para dokter dari University of Pittsburgh School of Medicine melakukan suatu eksperimen untuk mengatasi pasien yang menderita insomnia. Sebanyak 12 pengidap insomnia primer (yang mengalami kesulitan tidur akibat stres) dan 12 pasien dengan kesehatan yang terkontrol, diberi tudung plastik yang berisi air dingin di kulit kepala dan dahi. Sebab, pengidap insomnia diketahui memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi daripada mereka yang tak punya gangguan tidur.
Nah, tudung ini rupanya menurunkan suhu prefrontal cortex, bagian otak yang mendorong untuk tidur lelap. Akibatnya, aktivitas otak melambat, dan mendorongnya untuk beristirahat.
Setelah mengenakan tudung khusus tersebut, para pengidap insomnia ini tertidur dengan cepat. Mereka hanya butuh 13 menit untuk tertidur, yang artinya bahkan lebih cepat daripada pasien yang sehat (yang membutuhkan rata-rata 16 menit untuk terlelap). Kedua kelompok responden ini juga menghabiskan 89 persen dari waktu mereka di tempat tidur untuk tertidur lelap.
"Penemuan paling berarti dari studi ini adalah bahwa kita bisa mendapatkan dampak yang menguntungkan bagi penderita insomnia melalui mekanisme yang aman, dan mudah disediakan di rumah," papar Dr Eric Nofzinger, salah satu tim peneliti.
Meskipun demikian, ide memakai headcap berisi air dingin ini mungkin tidak semudah kedengarannya. Misalnya, seberapa dingin suhunya? Selain itu, kebanyakan dari kita tentu merasa tidak nyaman saat menempelkan sesuatu yang dingin pada kepala, apalagi di tempat tidur.
Dalam penelitian dua tahun sebelumnya, para spesialis masalah tidur di Inggris pernah menyarankan cara yang lebih simpel untuk mendinginkan tubuh. Menurut profesor Jim Horne dari Loughborough University, Anda bisa meletakkan kipas angin di samping tempat tidur untuk menghembuskan udara dingin ke arah muka. Begitu darah yang dingin dari pipi mengalir ke jantung, darah akan mengalir sepanjang arteri sambil membawa darah yang lebih hangat ke arah lain dari otak.
"Darah yang lebih dingin memasuki otak, dan menyebabkan tidur yang lebih nyenyak. Anda hanya butuh sedikit hembusan angin ke arah wajah," paparnya.

5 Sinyal Tubuh Kurang Tidur

Ghiboo.com - Pekerjaan yang menumpuk memaksa Anda menyelesaikan pekerjaan hingga tidur larut malam. Tapi berhati-hatilah dengan kebiasaan tersebut. Kekurangan tidur justru menyebabkan malapetaka baru, yaitu gangguan kesehatan.
Meskipun kini Anda belum merasakan dampaknya, tapi tubuh Anda sudah memberikan sinyal bahwa ia butuh istirahat. Berikut beberapa sinyal tubuh yang menunjukkan Anda kekurangan waktu tidur, seperti dilansir Men's Health, Selasa (21/2).
Tidak lapar saat makan siang
Kurang tidur bisa mengakibatkan perubahan hormonal yang meningkatkan nafsu makan atau malah sebaliknya, merasa perut selalu kenyang. Hal ini terjadi karena terganggunya jam biologis yang mempengaruhi suasana hati tidak normal. Ini sebabnya mengapa ada orang-orang yang jadi gemuk atau kurus akibat kekurangan tidur.
Otak Tulalit
Membuka beberapa website dalam waktu 5 menit atau mengecek email berkali-kali padahal tak ada pesan masuk, menandakan Anda kesulitan fokus dan berkonsentrasi. Karena saat kurang tidur, sel-sel otak pun akan kurang waktu untuk regenerasi sehingga kinerjanya tidak akan maksimal dan memori kita pun akan berkurang.
Suka 'Gak Nyambung'
Orang yang kekurangan waktu tidur biasanya kesulitan untuk konsentrasi saat berbicara dengan lawannya. Akibatnya, apa yang diomongin dengan apa tanggapannya suka 'ngaco'.
Mengantuk Sepanjang Hari
Minuman berkafein, musik yang keras atau apapun usaha untuk membuat orang tetap terjaga hanyalah bersifat sementara dan tidak akan membuat kewaspadaan jangka panjang. Kurang tidur bisa membuat orang merasa letih dan mengantuk sepanjang hari.
Mudah Sakit
Perbaikan sistem kekebalan tubuh dapat diperkuat saat orang tidur. Kurang istirahat dapat membuat daya tahan tubuh melemah, sehingga mudah terinfeksi virus maupun bakteri. Biasanya penyakit yang paling mudah menyerang orang yang kurang tidur adalah influenza.
Yuk, tidur.